Minggu, 17 Mei 2015

Manusia

Manusia. Sekeren-kerenanya. Sekaya-kayanya. Serupawan-rupawannya. Mereka pasti hanya ingin dikenal sebagai dirinya. Bukan karena harta, prestasi, maupun paras.

Karena itu, aku ingin meminta maaf. Sudah pernah memandangmu penuh iri. Iri dengan tingkat pendidikan yang berhasil kamu raih. Iri pada pengalaman yang berhasil kamu jajal. Iri pada silaumu yang tertangkap oleh mataku.

Maaf ya, untuk yang kesekian kalinya. Bagaimanpun, begitulah sosokmu terlihat dari kacamata awam sepertiku. Bagi orang yang tidak pernah bersinggungan hidup denganmu, wajar kan jika aku melihatmu dari apa-apa yang tampak?

Maaf, karena aku mengabaikan dirimu yang sebenarnya. Bagaimanapun, kamu juga manusia. Pernah tidak menjadi siapa-siapa. Pernah berjuang penuh kesulitan. Pernah merasa nyaris putus asa. Pernah melakukan khilaf. Apapun itu yang menandakan bahwa kamu tidak sempurna. 

Karenanya, aku benar-benar minta maaf. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar