Minggu, 22 November 2015

Cerita di Bilik Kamar


Meskipun aku tidak melihatnya, tapi biar kutebak, hujan di luar pasti sangatlah deras. Aku bisa tahu hanya dengan mendengar suaranya, dan dengan melihat Ana mengenakan kaos kaki dua lapis.

"Bukannya tidur sambil berselimut, ia justru sibuk corat-coret," timpal Spica smartphone jadul Ana gemas.

Aku protes tidak terima. "Ana sedang sibuk mengerjakan tugas bahasa. Pasti ia sedang dikejar deadline."

Spica diam.

"Sebenarnya aku sedih melihat Ana. Dengan kondisiku yang sudah menua, aku tidak bisa banyak membantu Ana," ungkapku pada Spica.

Spica menatapku penuh tanya.

"Kondisiku sungguh berbeda dengan 3 tahun silam. Saat aku masih baru. Saat bateraiku masih awet. Saat fungsiku masih bagus."

Spica juga mendadak sedih. "Aku sependapat denganmu, Pyxis. Aku pun tidak banyak membantu Ana. Fitur kameraku pas-pasan. Terutama di tempat gelap. Hasil potretan kameraku langsung buram. Tugas bahasa Ana sudah pasti tidak terbaca."

Tok Tok.

Ana menoleh dari kesibukannya menulis. Didapatinya Nita tersenyum. "Sibuk kak?"

"Deadline Nit! Banyak! Dan harus difoto, lalu dikirim lewat email, lalu dikirim lagi lewat hp. Kebayang gak ribetnya kalau pakai kamera saku? Aakkk sutress!" 

"Semangaaat Kak! Haha," timpal Nita.

Ana memandanginya sewot.

"Makanya beli smartphone baru, An!" sahut Kak Majek yang tiba-tiba masuk kamar. Kak Majek ini teman sekamar Ana.

Nita cekikikan sebelum kembali ke kamarnya.

"Diam kalian! Jangan bikin tambah galau!" sungut Ana sebal. Pandangannya kembali fokus menatap soal bahasa.

Sementara Kak Majek sibuk mengotak-atik smartphonenya, lalu tak lama..

"Aku tanya Angga. Katanya android Asus bagus nih. Total kameranya 13 MP," cerita Kak Majek. 

Aku melotot! Gila, 13 MP! Kameraku saja 14 MP! 

"Hmm.."

"Aku bacain ya An," kata Kak Majek.

Ana mengangguk. "Kak, ibaratanya sekarang aku kayak dikejar Anjing gila. Tapi aku simak omongan Kakak."

Kak Majek ngakak. "Tipenya Asus Zenfone 2 Laser 5.0 ZE500KG."

Penampakan cantiknya.
Gambar dari: www.asus.com

"Wow, pakai laser, men! Itu pasti buat fokusnya."

"..."

Ana nyengir. "Lanjut Kak."

"Kamera utamanya 8 MP dengan kemampuan ngambil foto beresolusi 3264 x 2448 pixel. Menariknya, kamera ini dilengkapi fitur Laser Auto Focus untuk memfokuskan dengan sangat cepat objek yang difoto. Termasuk menerjemahkan fokus sampai 0.2 detik."


wow wow wow
Gambar dari: www.asus.com
Ana berhentik sejenak dari kegiatannya menulis. "Tahu gak Kak? Kecepatan laser itu setara dengan kecepatan cahaya. Efeknya, identifikasi objek bisa ditangkap dengan sangat cepat di jarak yang dekat maupun jauh, bagus untuk kondisi gelap, serta bisa mengurangi foto objek yang buram. Laser Auto Fokus ini udah standar DSLR. Daebak!"




Ini udah standar DSLR, loh!
Gambar dari: www.asus.com


Kak Majek, aku, dan Spica sama-sama mengangguk sok paham.

"Nggak hanya itu An. Kameranya juga disertai dengan Mode Resolution yang mampu mengambil gambar sampai resolusi 32 MP. Juga disertai dengan aperture f/2.0."

"Aperture itu ukuran bukaan lensa kamera. Ibarat kran, aperture ini bagian yang ngatur seberapa banyak air yang keluar. Semakin kran dibuka, maka air yang keluar semakin banyak. Aperture sebaliknya, semakin kecil nilai suatu aperture, semakin besar lensa yang dibuka. Artinya, akan semakin banyak cahaya yang diserap. Artinya, objek yang difoto akan semakin terlihat terang," kata Ana lagi.


Ini kamera udah dilengkapi aperture sampai f/2.0!
Gambar dari: www.asus.com 


Dia memang cukup paham tentang fotografi.

Kak Majek melanjutkan. "Selain itu, kamera depannya sampai 5 MP. Kamera depan ini juga mendukung Auto Focus. Cocok banget nih buat selfian rame-rame. Karena sudut angelnya luas sampai 85 %. Jadi semua pasti kebagian setor muka, hahaha."


Bisa buat selfie rame-rame, hahaha
Gambar dari: www.asus.com

Ini hasilnya, haha kece kan?
Gambar dari: www.asus.com

Ana tiba-tiba memandangi Kak Majek. "Kak kayaknya bagus deh Androidnya buat demen fotografi macem aku."

"An.."

"Lanjut Kak." Ana nyengir.

"Dukungan teknologi khas Asus, PixelMaster Mode Backlight yang memastikan kamu bisa mengambil foto objek dengan jelas di bawah terik sinar Matahari. Juga melalui teknologi pixel-marging yang menggabungkan 4 pixel terdekat untuk membentuk gabungan pixel dan algoritma canggih, terciptalah Mode Low Light yang membuat smartphone ini mampu menangkap gambar lebih terang di ruang yang gelap dengan meredam gangguan sampai 400 %, tanpa bantuan flash. Jika dibutuhkan, tersedia pula dual_LED (dual tone) flash yang menghasilkan warna natural pada foto. Selain itu, kamera ini juga bagus buat merekam video full HD dengan kecepatan 30 frame per-detik."


canggih ya? o_o
Gambar dari: www.asus.com

Kak Majek bengong setelah membacanya. Ana juga. Spica menoleh ke arahku. Aku mengangkat bahu.

"Kak, itu kamera smartphone smart banget buat motoin tugas bahasaku. Jadi aku nggak perlu rempong bolak-balik mindahin foto dari kamera saku ke laptop lalu dipindah lagi ke hp."

"Iya. Juga bisa banget An motoin tugas malem-malem. Nggak perlu deg-degan karena tulisan di foto takut nggak kebaca."

"Buat minat dan bakat fotografiku juga Kak. Bisa motret buat kebutuhan nulisku juga. Aaaakk Kak mauuuu," pekik Ana antusias!

"Buat video call sama adekku di Malang oke juga Kak kamera depannya."

Buat video call pasti seruuu!
Gambar dari: www.asus.com


Aku dan Spica juga tak kalah antusias. 

Lalu hening. 

Aku mengintip ingatan. Ana memang suka sekali fotografi. Fotografi adalah mood boosternya setelah menulis. Kalau sedang asyik memotret ia bisa sambil jumpalitan sampai merayap demi mendapatkan foto yang bagus. 

Dulu aku kerap menemaninya mengambil momen-momen yang berserakah di sekitarnya. Tapi sekarang aku sadar diri. Aku sudah renta, dan tidak praktis lagi. 

"Namanya piscok, Kak," bisik Ana tiba-tiba.

"Hah?"

"Nama calon smartphone itu, hahaha. Piscok dari pixel, hahaha. Ceritanya kan, hp kamera."

Aku ngakak, Spica sampai keluar air mata.

"An, harus nama makanan?"

"Biarin, ah!" Ana menjulurkan lidah.

Jadi ingat, namaku sendiri juga diambil dari Pixel dan kesukaan Ana pada astronomi, Pyxis. Dan perkenalkan, Aku adalah kamera saku butut milik Ana.