Sabtu, 30 Juli 2016

Asyiknya Membaca.

Buatku, membaca selalu memberi 3 kesenangan sekaligus.

Pertama, kesenangan mendapatkan pengetahuan baru. Kedua, kenyataan bahwa ilmuku masih sangatlah dangkal. Banget. Banget. Banget. Ketiga, keseruan mendapatkan pemahaman baru, di dalam hati.


Kesenangan nomor dua, belakangan ini membuatku frustasi, ha. Rencana menulis novel terhambat karena ilmuku masih ceteeek banget. Kekurangan referensi. Selesai membaca satu buku, rasanya aku semakin bodoh. Berulang kali seperti itu. Membuatku respek sekali terhadap penulis yang berhasil menerbitkan buku bagus dan berkualitas secara muatannya. Menelurkan satu buku itu artinya harus siap menamatkan ratusan buku. Astaga, hahaha.

Kesenangan nomor tiga, ceritanya, aku baru 'ngeh' kalau pemikiranku kurang banyaknya dipengaharuhi oleh buku bacaanku dari SD. Salah satunya majalah Annida dan majalah Horison, ha. Sedih sekali kedua majalah tersebut memutuskan untuk menarik diri dari terbitan cetak. Namun saya angkat topi kepada ke dua majalah tersebut. Mereka konsisten memberikan sajian terbaik  kepada para pembaca. Annida dengan dakwahnya yang meremaja, Horison dengan sastranya yang asyik.

Atau, jika aku sedang membutuhkan nasehat tanpa merasa diceramahi, aku akan melarikan diri ke Gramedia, ke lapak-lapak buku bekas, ke semak-semak kardusku yang menyimpan harta karun buku-bukuku. Itu ampuh.

Saat aku patah hati, berusaha sembuh, berusaha beranjak maju, buku Flipped karangan Wendelin Van Draanen sangat membantu. Buku tersebut ditulis oleh seorang guru yang ingin memberikan nasehat terhadap murid-muridnya. Aku merasa menjadi salah satu murid beliau, huhu.

Asyik bukan? Membaca yuk, banyak-banyak, sampai kita merasa menyerap banyak pengetahuan, lalu kemudian merasa bodoh untuk yang keseribu kali.   



2 komentar:

  1. Kalau baca hatimu?
    *laludigetok

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakak.. *getokkiki*

      baca hatiku juga dapet pengetahuan baru, anw. asal bisa aja.. :p

      Hapus