Jumat, 10 November 2017

Kapan?

Kata temanku, aku adalah salah satu orang yang berpikiran positif. hahaha

Hidup pernah ditempa angin badai, dan aku masih bertahan. masih hidup dengan sehat walafiat.

Tapi kali ini aku goyah. masalahnya memang tidak berat. hanya berulang kali ditanya kapan aku akan menikah. pernah diulang hampir setiap hari seperti kaset rusak. tidak peduli naskahku sedang deadline atau di kantor aku sedang rapat sampai jam 10 malam.

Singkat kata, pertanyaan itu membuat emosiku gampang tersulut. rasanya seperti memiliki dosa besar dan aku harus bertanggungjawab. padahal nikah itu kan butuh partner kan yak, hiks. Dear mister, kalau di sana kau nggak ditanya, diteror, dan dipepet terus setiap waktu, curang banget! T_T

Aku pernah sampai berdoa semoga jaringan komunikasi mengalami gangguan. Jadi orang tuaku untuk sementara waktu memberiku kesempatan untuk bernapas tanpa beban. hiks dan dikabulkan! haghag, gardu listrik di Suramadu error, suara di telepon putus-putus, dan aku bebas pertanyaan selama dua minggu. 

Setelah itu balik lagi.

Huaaaa.

Kembali ditanya. kembali berargumen. kembali naskah deadline. kembali ke kerjaan dan konflik. jika semua kondisi diaduk jadi satu, ditambah dengan angin pancaroba yang menusuk kulit, hasilnya alhamdulillah.

Aku masuk angin.

Sembuh sebentar, lalu asam lambungku yang naik.

Luar biasa.

Total aku izin masuk kantor gara-gara sakit itu mencapai enam hari.hahahahahaha rekor! Padahal aku terkenal sebagai staff yang paling rajin. haha lalu bisa-bisanya tumbang dan udah gak tahu bagaimana lagi harus berpikir positif saat itu.

Sekarang? Alhamdulillah sudah sehat. dan berkat sakit, aku berusaha menata semuanya dari awal. lebih rileks. lebih positif thinking. 

Huft. Jadi kapan nikah An? *pokerface










Tidak ada komentar:

Posting Komentar