Senin, 27 Agustus 2018

Tantangan Cerita Anak OWOB: Huh, Aku tidak suka.

Huh, Aku Tidak Suka.
Oleh: Ana Falesthein Tahta Alfina


            “Aku tidak suka membaca buku, ibu,” Jay tupai menutup kuping.
            “Tapi ceritanya seru sekali,” ibu terus membujuk, “Lihatlah. Gambarnya bagus dan berwarna-warni.”
            Jay menghela napas. Apa serunya sih baca buku itu? Di rumahnya penuh sekali dengan buku. Tapi ia sama sekali tidak tertarik menyentuh satupun. Apalagi membaca.
            Jay berlari menuju pintu, kabur ke rumah Bob beruang. Sepuluh langkah di depan rumah Jay.
            “Boooob, ayo kitaa..” ucapan Jay terhenti. Rupanya Bob sedang membaca buku!
            “Jay..” sapa Bob, “Duduklah. Ibu baru saja membelikan buku cerita baru. Ceritanya membuatku tegang. Seru sekali.”
            Jay menepuk dahi, “Bob kau serius membaca buku?”
            “Apa salahnya?”
            Jay memberengut. Ia meninggalkan Bob yang kebingungan. Bob menyebalkan, batin Jay.
            Jay beranjak menemui Bin Rubah. Belum tangannya mengetok pintu, ia melihat Bin dari jendela. Tebak sedang apa? Membacakan buku pada adiknya yang masih bayi.
            “Oh tidaaak! Kenapa hari ini semuanya membaca buku?” Jay menggurutu.
            Tidak jadi menyapa Bin, Jay langsung berbelok ke rumah Kay anjing hutan.
            “Kay!” Jay melambaikan tangannya ke arah Kay yang sedang menyiram tanaman.
            “Halo Jay,” sahut Kay, “Kau mau ke mana?”
            “Tentu saja mengajakmu bermain.”
            “Wah kebetulan,” kata Kay, “Nanti aku akan mengunjungi perpustakaan baru di tengah kota. Ikut yuk!”
            Jay menelan ludah. Hari ini benar-benar bukan hari yang menyenangkan untuknya.
            “Ah, perpustakaan itu juga punya arena bermain,” kata Kay cepat. Kay tahu Jay sama sekali tidak suka membaca.
            “Terima kasih Kay,” lirik Jay, “Aku bermain di rumah saja.”
            Jay berbelok pulang. Teman-temannya sangat tidak asyik. Bagaimana mungkin mereka sangat menikmati membaca buku?
            Sesampainya di rumah, tidak banyak yang bisa Jay lakukan. Ia hanya mengeluarkan mainan lamanya. Bermain sampai bosan.
            “Ah aku tidur sajalah,” Jay kembali menggerutu.
            Di luar, langit mulai terlihat mendung. Tidak lama, hujan mengguyur lebat. Biasanya Jay akan mengantuk jika cuaca menjadi sejuk seperti itu.
            Tapi kali ini tidak bisa.
            Jay hanya bolak-balik bergelung di atas kasur. Akhirnya ia bangkit dan menuju kamar ibu.
            Ibu sedang tertidur. Di sampingnya tercecer beberapa buku.
            Jay menghela napas. Ia bersingsut ke arah lemari buku. Ia asal mengambil satu buku bergambar mobil.
            Tidak ada lagi yang bisa dilakukannya selain membaca. Lebih tepatnya hanya membolak-balik isi buku. Jay masih malas membacanya dengan serius.
            Mulanya ia hanya melihat gambar. Gambar mobilnya bagus. Persis seperti mobil mainanya. Lama-lama ia tertarik membaca tulisannya. Wah mobil itu memiliki nama dan cerita.
            Seiring berjalannya waktu, Jay larut dengan tulisannya dan akhirnya.. ia menguap.
            Saat matanya nyaris terpejam, ia sayup-sayup mendengar suara ibu,
            “Astaga Jay, apa kamu membaca buku?”
            Jay menggeleng. Ia ingin sekali menyahut, tentu saja ia tidak membaca, ia hanya melihat-lihat sebentar supaya bisa mengantuk. Tapi matanya terlalu berat. Tidak bisa lagi diajak kompromi.
            Saat Jay benar-benar terlelap, ibu tersenyum geli. Minimal Jay tahu, buku bisa dijadikan teman baik pengantar tidur.


(Cerita di atas adalah terjemahan bebas dari gambar di bawah. wkwkwkwk)