Sabtu, 01 September 2018

Trip Baduy Dalam Bagian 1

mau nulis dari mana ini? wkwk

hmm.. mungkin dari kespontananku ya. spontan daftar trip walau belum tahu mau ngajak siapa. spontan bayar meskipun teman yang tadinya ikut eh ga jadi.

deg-degan pasti. ini pertama kalinya nge-trip dengan orang yang ga aku kenal. aku hanya perlu mempersiapkan list barang yang wajib dibawa. berusaha datang tepat waktu di stasiun tanah abang. lalu udah. sisanya nge-blank. heheh

hmm.. sebenarnya udah sedikit-sedikit kenalan lewat grup wa. tapi waktu itu, aku sedang dikejar deadline tulisan lomba. pikiranku sedang penuh-penuhnya. kaki di kepala, kepala di kaki, wkwkwk jadi begitulah.

sampai di stasiun tanah abang lebih seru lagi. aku salah orang. eh bukan, orang yang salah kira. aku dikiranya masuk kelompok mereka. rupanya, di st tanah abang, setiap sabtu minggu penuh banget dengan beragam komunitas trip baduy. 

okay, kupikir kelompokku aja yang ke baduy.

ternyata tidak.

HAHA

setelah kenalan dan ngobrol, eh baru sadar kalau trip baduy kami berlainan. aku ke baduy dalam, dia ke baduy luar. pantes bawaannya hanya ransel. sementara, bawaanku gembolan kayak emak-emak mau piknik. wkwkwkwk

setelah drama salah kira itu, akhirnya ketemu juga dengan kelompokku yang sebenarnya.

mereka berlima, teman sepermainan selama kurang lebih 20 tahun dan sama-sama udah pensiun. setiap ada trip yang menyenangkan dan murah, mereka berusaha ikut.

“Ana, Indonesia itu kaya. Rugi kalau ga dikunjungi satu-persatu.”

“Ana, kamu kan masih muda. Kami ini menaruh harapanlah sama yang muda-muda.”

“Ana, semoga perjalanan nanti seru ya.”

kemudian, seorang ibu-ibu yang mau pensiun tahun depan, bawa anak yang baru lulus kuliah dan energinya ga habis-habis. terakhir, satu pemandu yang informatif, namanya Mbak Roro, bawa anak cewek tomboy yang masih berusia 6 tahun.

seru ya, wkwkwk

perjalanan panjangpun dimulai. dari stasiun tanah abang menuju stasiun rangkas bitung. di stasiun rangkas, muncul guide dari baduy luar yang menjemput.

namanya Pulung, usia 20 tahun, dan udah nikah. wk

Pulung ini pendiam, suka senyum, tanpa alas kaki, pakai baju normal, dan punya hp.

iya, masyarakat baduy luar tidak sesaklek masyarakat baduy dalam. Mereka bisa bepergian naik angkot meski tetap tanpa alas kaki. yang menakjubkan bukan soal Pulung punya hp, tapi soal Pulung yang ga pernah sekolah tapi bisa baca tulis.

“setiap manusia punya insting bisa membaca kok,” kata Mbak Roro yang berprofesi sebagai guru TK.

“dulu, cuma baca-baca dari bungkus makanan,” ungkap Pulung.

keren ya Pulung. heheh

oh iya, aku ikut trip yang diadakan Mbak Yoga. nama FBnya mbak Chik Yen Yoga. biayanya 235 ribu.

setahuku, seperti penjelasan dari Mbak Yoga di grup. baduy dalam meliputi tiga kawasan. cibeo, cikeusik, cikeurtawarna. hanya cibeo dan cikeusik yang bisa dikunjungi oleh masyarakat luar. jalan menuju cibeo cukup memakan waktu.sSekitar 4-6 jam dari titik keberangkatan di ciboleger.

kebayang segimana capeknya. hahaha

trip kami memilih mengunjungi cikeusik, dari titik keberangkatan di cijahe. konon, ga banyak yang tahu soal cijahe ini. jadi, pengunjung lebih sedikit dibandingkan yang ke arah cibeo.

sebenarnya, perjalanan menuju cikeusik sama jauhnya. namun bisa dipotong dengan naik angkot. hmm lumayan. perjalanan naik angkot dari stasiun rangkas menuju cijahe sekitar 2-3 jam.

semakin lumayan, begitu tahu medan yang dilalui seperti apa. wkwkwkwkwk

meliuk-liuk.

kejedag-jedug.

perut udah ga karuan.

untung ga muntah. HA

sopir angkotnya super ngebut. hahah ampuun, sampai ban mobilnya meledak.

jadi aku sarankan..

bawa permen yang asem-asem, untuk menetralisir kondisi mual perut. bawa kantong kresek, siapa tahu udah ga tahan. bawa tolak angin. bawa minuman bersoda. apa saja yang bisa memulihkan perut mual. heheh

“tapi nanti terbayar kok setelah sampai di lokasi,” kata Mbak Roro, berusaha menyemangati tim, “pemandangannya itu ga ada duanya.”

aku masih semangat, yang lain juga. tapi yang namanya mual tetap ga bisa dihindari, hahah.

***

tahu-tahu udah panjang postingannya. wkwkwk lanjut lagi nanti part II ya.

baru sadar. dokumentasiku minim, hahaha. gapapa ya..

yang duduk ngedoprok, dua peserta termuda. hehehe
yang duduk ngedeprok, dua peserta termuda. heheheh



tiba di cijahe. muka dah agak seger. habis nenggak minuman bersoda. wkwkwk










                       
           
           
           

             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar